Sabtu, 21 Januari 2012

Cara Belajar Siswa Aktif

MEMPERKENALKAN CARA BELAJAR AKTIF SISWA






NURUL KARTIKA MAHIRAWATI, S.Pd
NIP 19630519 200604 2 002

SMK NEGERI 1 SUKORAMBI JEMBER
Jl.Brawijaya 55 Jember

Pengesahan

MEMPERKENALKAN CARA BELAJAR AKTIF SISWA




Oleh   :


NURUL KARTIKA MAHIRAWATI, S.Pd
NIP 19630519 200604 2 002


Disahkan       :
                                                  Di Jember,







Kepala
SMK Negeri 1 Sukorambi Jember,








Drs. Bambang Irianto, M.Si
NIP 131472724

                                                                                             
KATA PENGANTAR

         Dengan tersusunnya karya tulis yang berbentuk makalah hasil pengamatan, penulis memanjatkan syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya,serta memberi pencerahan dalam mencari dan menemukan ide dalam penulisan makalah dengan judul “MEMPERKENALKAN CARA BELAJAR AKTIF SISWA
            Penyusunan karya tulis ini dimaksudkan untuk meningkatkan cara belajar kepada anak didik dalam dunia pendidikan
            Dengan tersusunnya karya tulis ini, penulis menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan guru/ karyawan yang telah membantu sehingga dapat terselesaikan karya ilmiah ini.
            Untuk itu penulis hanya bisa berdoa mudah-mudahkan amal baik Bapak/ Ibu mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Akhirnya jika ada kesalahan dan kekurangan penulis secara terbuka akan menerima saran dan kritik yang membangun demi sempurnanya makalah ini sehingga dapat bermanfaat kepada semua pihak. Amin



Penulis,


DAFTAR ISI

                                                                                                                                              Hal.
HALAMAN JUDUL................................................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR............................................................................................................ iii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... iv
BAB I         PENDAHULUAN..................................................................................................
                   1.1    Latar Belakang  ..........................................................................................
                   1.2    Rumusan Masalah  .................................................................. ................
                   1,3    Tujuan  .........................................................................................................
                   1.4    Manfaat Karya Tulis  .................................................................
BAB II        TINJAUAN PUSTAKA  .......................................................................................
                   2.1                                                                                                            ................
                   2.2                                                                                                            ................
                   2.3                                                                                                           
BAB III       METODE PENULISAN  .....................................................................
                   3.1                                                                                                           
                   3.2                                                                                                           
                   3.3                                                                                                           
BAB IV      PEMBAHASAN  ..................................................................................
                   4.1                                                                                                           
                   4.2                                                                                                           
                   4.3                                                                                                           
BAB V       PENUTUP  ...........................................................................................
                   5.1    SIMPULAN  ................................................................................
                   5.2    SARAN  .......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                


BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
            Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan memegang peranan yang sangat penting, hal ini dikarenakan potensi sumber daya manusia sangat terkait dengan ilmu pengetahuan. Melalui pendidikan diharapkan tercipta manusia-manusia yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa.
                    Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi tidak akan pernah lepas dari pendidikan. Semakin maju pendidikan, maka semakin maju pula ilmu pengetahuan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Pendidikan dapat ditingkatkan dengan peningkatan kualitas dan peningkatan kuantititas. Namun, peningkatan mutu pendidikan yang terbaik adalah penggabungan dari semua jenis cara peningkatan mutu. Jadi, pendidikan  secara kualitas maupun kuantitas dapat diakui kredibilitasnya.
            Salah satu cara peningkatan kualitas pendidkan adalah cara belajar siswa dan cara mengajar guru. Kedua hal tersebut sangat penting dan berdampak langsung dalam kualitas pendidikan. Jika keduanya buruk, besar kemungkinan kualitas pendidikannya juga buruk. Namun, jika keduanya baik, maka besar kemungkinan kualitas pendidikannya juga baik.
            Seorang guru yang profesional dituntut untuk dapat menampilkan keahlian di depan kelas. Salah satu komponen keahlian itu adalah kemampuan untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa. Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan efektif dan efesien, guru perlu menyampaikan cara belajar aktif siswa dalam belajar. Secara berturut-turut, guru dapat menyampaikan cara belajar aktif siswa di antaranya dengan cara, dimensi subyek didik, dimensi guru, dimensi program, dan dimensi simulasi belajar.
            Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuat hasil belajar yang langgeng. Hal yang dapat membuat hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif.
            Menurut Silberman (2004,15) dijelaskan bahwa “ yang saya dengar, saya lupa. Yang saya denga dan lihat, saya sedikit ingat. Yang saya dengar, lihat, dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain, saya mulai paham. Dari yang saya dengar, lihat, bahas, dan terapkan, saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan. Yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai.”
            Apa yang menjadikan pembelajaran menjadi aktif ? Agar belajar menjadi aktif, siswa harus mengerjakan banyak tugas, mereka harus menggunakan otak....mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa dan berfikir keras.

1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang dapat diangkat dalam penelitian. Kapan kegiatan belajar perlu dibuat aktif? Untuk bisa mempelajari suatu dengan baik, kita perlu mendengarkannya, melihatnya, mengajukan pertanyaan tentangnya dan membahasnya dengan orang lain. Bukan cuma itu, siswa perlu juga mengerjakannya yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktikkan keterampilan, dan mengerjakan tugasnya yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan
            Kita mengetahui bahwa siswa bisa belajar dengan sangat baik dengan mempraktikkannya. Namun, bagaimana caranya kita menggalakkan belajar aktif ?
1)     Bagaimana menjadi Siswa Aktif sejak awal
2)     Bagaimana membantu siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara aktif
3)     Bagaimana menjadi belajar tidak terlupakan


1.3  Tujuan
            Adapun tujuan dari pembahasan ini adalah sebagai berikut :
·            Untuk menguraikan pengaruh cara belajar aktif terhadap proses kembang siswa.
·            Untuk mendalami pentingnya cara belajar yang baik dan benar pada siswa.
·            Untuk mengulas peran Cara Belajar Aktif Siswa sebagai media pengenalan gaya belajar pada siswa.

1.4  Manfaat Karya Tulis
1)   Bagi penulis pengamatan merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam rangka pengembangan cara belajar di bidang pendidikan.
2)   Mengenalkan cara belajar aktif kepada siswa melalui metode belajar yang benar
3)   Diharapkan bagi para pelajar untuk dapat mengetahui dan mengaplikasikan cara belajar aktif.
4)    
5)   Dapat menambah wawasan para pengajar dalam memberi informasi cara belajar pada siswa
6)   Hasil pengamatan dapat menjadi tambahan informasi dalam perkembangan cara belajar manusia dalam kehidupannya di bidang pendidikan
7)   Menanamkan kebiasaan gaya belajar aktif pada siswa dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
8)   Meningkatkan taraf pendidikan anak Indonesia.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1  PARADIGMA PENDIDIKAN
Pendidikan adalah hal yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan manusia, pendidikan sangat berperan penting dalam menentukan arah perkembangan manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi pula pola pikir manusia. Dan, pola pikir manusia sangat berkaitan dengan maju mundurnya peradaban manusia atau zaman.  Kita bisa membandingkan antara pola pikir manusia zaman purba, zaman kerajaan yunani-romawi, sampai zaman sekarang. Kemajuan zaman tersebut merupakan dampak positif dari semakin diperhatiknnya pendidikan dalam kehidupan umat manusia.
Seringkali orang-orang berpendidikan dalam suatu bangsa dapat merubah nasib bangsa tersebut menuju yang lebih baik. Dapat kita lihat contoh-contoh nyata pahlawan-pahlawan dunia yang telah merubah kehidupan kita menjadi lebih baik, beliau-beliau seperti  Sir Issac Newton sebagai penemu garavitasi yang menjadi dasar dalam semua hal yang berhubungan melayang, Thomas Alfa Edilson yang menemukan lampu yang telah membuat hidup kita menjadi lebih terang, James Watt yang dengan mesin uapnya telah membuat kita dapat mengerjakan semua hal dengan cepat dan hasilnya memuaskan dengan mesin, dll.
Pendidikan sangat berkaitan dengan belajar. Bukanlah suatu pendidikan jika tidak disertai belajar. Pendidikan berkaitan erat dengan ilmu formal yang bersifat pasti yang dikuasaia oleh seseorang, sedangkan belajar adalah suatu proses untuk memahami ilmu, dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, yang awalnya tidak bisa menjadi bisa, yang awalnya tidak paham menjadi paham, yang awalnya bisa menjadi ahli, yang awalnya ahli menjadi bisa mengajarkan
Mayoritas orang di dunia ini hidup dari pendidikan yang ia tempuh, tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa orang yang tidak berpendidikan dapat berhasil dan sukses. Hal itu terjadi karena orang tersebut mau bekerja keras dan mau belajar untuk menjadi lebih baik. Jika orang-orang yang nasibnya kurang beruntung di bidang pendidikan bisa berhasil, mengapa kita yang berpendidikan cukup dan bahkan lebih tidak bisa sukses dan berhasil seperti mereka?

2.2  PROSES BELAJAR
Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman secara praktis dan diasosiasikan sebagai proses memperoleh informasi (Japardi, 2002). Informasi ini disimpan dalam memory ingatan. Belajar merupakan proses memasukkan informasi, menyimpannya, dan mengeluarkannya. Informasi yang diperoleh berupa stimulus-stimulus seperti tulisan, gambar, gerakan, tindakan, atau suara. Stimulus tersebut diterima oleh panca indra, diteruskan oleh saraf ke otak sebagai pusat pikiran.
Otak manusia adalah jaringan lunak yang beratnya sekitar 0,5 kilogram. Otak manusia berisi sekitar 100 miliar sel yang memiliki fungsi kompleks sebagai pusat pengendali seluruh aktivitas manusia (Putri, 2006). Mulai dari menerima sinyal-sinyal dari berbagai sensor panca indra, sampai pada proses pemahaman, analisa, membuat keputusan, dan kemudian melakukan gerakan motorik. Otak juga menjadi pusat bahasa. Mulai dari memori perbendaharaan kata, pemahaman, sampai pada proses verbalnya. Pusat bahasa ini menempati wilayah yang sangat luas di otak manusia. Selain itu otak juga mengendalikan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan emosi, seperti rasa senang, bahagia, sedih, menderita, benci dan kasih sayang. Kemudian stimulus yang masuk dipersepsikan.





Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, seorang guru dituntut untuk mempersiapkan diri dengan membuat suatu perencanaan pengajaran yang dinilai dari perumusan tujuan pengajaran. Bertitik tolak dari tujuan itulah, guru menentukan langkah-langkah berhubungan yang merupakan suatu rentetan kegiatan yang harus dilaluinya dalam peristiwa belajar mengajar yang akan dilaksanakan. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, ia harus memikirkan pendekatan dan cara belajar akatif siswa.
            Mengajarkan bukan semata persoalan menceritakan! Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Yang bisa membuahkan hasil belajar langgeng hanylah kegiatan belajar aktif.
                Kapan kegiatan belajar perlu dibuat aktif? Untuk bisa mempelajari suatu dengan baik, kita perlu mendengarkannya, melihatnya, mengajukan pertanyaan tentangnya dan membahasnya dengan orang lain. Bukan cuma itu, siswa perlu juga mengerjakannya yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktikkan keterampilan, dan mengerjakan tugasnya yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan.
            Dalam dunia pendidikan pra sekolah dan pendidikan dasar, guru telah mempraktikkan belajar aktif. Mereka tahu bahwa anak-anak bisa belajar dengan sagat baik dari pengalaman konkret. Bahkan para guru yang tidak begitu paham tentang fakta perkembangan anak pun menjadikan belajar sebagai kegiatan aktif.
            Terdapat perbedaan antara pendidikan dasar dengan pendidikan lanjutan. Pada pendidikan dasar, anak-anak tidak bisa berlama-lama untuk memusatkan pikiran dan mereka juga tidak bisa berlama-lama untuk duduk tenang. Karena faktor inilah para pengajar dapat mengaplikasikan belajar aktif sebagai metode belajar dan solusi untuk  mengatasi kebiasan anak-anak. Berbeda dengan pendidikan pada tingkat lanjutan. Pada pendidikan lanjutan, siswa yang lebih tua memiliki kecenderungan untuk tidak lagi belajar dengan aktif. Komitmen terhadap kegiatan belajar aktif dan semarak,contoh menyertakan permainan dan berdiskusi, sifatnya hanya jangka pendek.
            Barangkali anda dapat menemukan banyak alasannya. Sebagai contoh, guru cenderung mengajarkan sesuatu sebagaiman sesuatu itu dulunya diajarkan kepadanya, dan model pengajaran ceramah dan menulis merupakan model yang umum bagi kita. Di luar itu, ada asumsi keliru bahwa peserta didik dewasa tidak memerlukan aktivitas yang diperpadat dan proses yang dipercepat untuk bisa belajar secara efektif. Lantaran pikiran yang telah berkembang mampu melakukan perenungan, mengemukakan sudut pandang, dan berfikir abstrak, sebagian guru lantas berasumsibahwa siswa yang lebih tua benar-benar bisa belajar ketika mereka hanya duduk manis mendengarkan ceramah. Anggapan ini biasanya sangat kuat sekalipun sang guru kecewa dengan seberapa banyak yang diingat dan  betapa sedikitnya yang diterapkan.
            Hal lain yang dapat menyebabkan kurang aktifnya kegiatan belajar ketika siswa beranjak dewasa ialah bahwa guru merasa terikat oleh mata pelajaran mereka dan tertekan oleh terbatasnya waktu yang mereka miliki untuk mengajarkannya. Gagasan bahwa kegiatan belajar harus terbagi-bagi ke dalam berbagai bidang pelajaran yang sudah ada selama berabad-abad dan sepertinya tidak mudah dihapuskan. Namun, masih sulit untuk menyakinkan para pelaku pendidikan dan wali murid bahwa siswa tiidak akan mendapatkan banyak manfaat jika mereka “sekedar menempuh” mata pelajaran. Selain itu, ada kenyakinan bahwa belajar aktif menyita terlalu banyak waktu secara teori. Hal itu mungkin menyakinkan, namun secara praktek hal itu tidak realistis.
            Tiadanya saran konkret yang cukup memadai tentang cara penerapnya di kelas adalah kemungkinan alasan paling kuat mengapa belajar aktif tidak menjadi ciri utama persekolahan bagi siswa remaja dan dewasa.



BAB III
METODE PENULISAN


3.1    Jenis Penulisan
Dengan ide awal pengenalan gaya belajar yang baik dan benar kepada masyrakat khususnya siswa melalui cara belajar aktif, makalah ini menggunakan jenis penulisan studi kepustakaan. Penulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran Cara Belajar Aktif Siswa (Active Learning) sebagai media pengenalan gaya belajar yang baik dan benar kepada masyrakat khususnya siswa.
3.2    Fokus Penulisan
Fokus penulisan bertujuan untuk membatasi ruang lingkup pembahasan agar terkonsentrasi. Adapun fokus dalam penulisan ini adalah :
  1. Menguraikan pengaruh cara belajar aktif  terhadap proses belajar pada siswa.
  2. Mendalami pentingnya cara belajar yang baik dan benar.
  3. Mengulas peran Cara Belajar Aktif Siswa (Active Learning) sebagai media pengenalan gaya belajar yang baik dan benar kepada masyrakat khususnya siswa.

  4. 3.3       Kerangka Konseptual
Cara belajar pada siswa
 
Kurang menarik
 
Salah penerapan makin marak

 
Anak mudah menghafal dan memahami ilmu yang diberikan
 
Tidak diterapkan
Dengan baik

 
Dampak negatif

 
Pengenalan cara belajar yang baik dan benar

 
 















3.4       Sumber Data
Sumber data penulisan karya tulis ini adalah data sekunder. Adapun data sekunder yang digunakan dalam penulisan ini bersumber dari literatur buku dan situs internet yang relevan dengan obyek penulisan.

3.5       Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penulisan ini adalah dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dari literatur buku dan situs internet yang relevan dengan obyek penulisan.

3.6       Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis data sekunder. Data yang sudah dikumpulkan dari berbagai sumber, kemudian diseleksi dan diklasifikasikan menurut fokus penulisan, sehingga mampu menjelaskan dan menjawab permasalahan.